Selasa, 12 Desember 2017



Kesedihan Bagaikan Hujan


Karya : AFF





Senyum diwajah telah musnah ditelan pikiran yang gelap

Rasa sakit di hati muncul tak tahu mengapa

Mata yang mulai ingin meneteskan airpun bagaikan sungai di gurun pasir

Ingin kuhapus ingatan seperti menghapus tulisan

Ingin kukeluar kan keluh kesal tapi bibir tak mau bicara 

Hujan pada hari ini bagaikan rintihan dari kesedihanku

Suara gemuruh bagaikan jeritan kesakitan diriku

Bagaikan hujan yang hanya dapat mengerti aku

Guntur dan kilat di langit bagaikan sambaran di jiwa yang menyakitkan hidupku

Rangkaian kata yang indah mencerminkan semua yang ingin kukatakan

Pengertian yang kuingin bagaikan batu di tengah lautan samudra 

Senyuman yang dapat kutunjukkan bagaikan bayangan dari keinginan

Mata pun tak dapat berkedip 

Pikiranku mulai kosong seperti daun yang tertiup angin

Perkataanmu bagaikan detik-detik yang sudah dilupakan

Seperti kilat saat hujan datang



59 komentar:

  1. Mnyntuh jiwa Dan raga 😁😊
    Bgi orang yg glau jgan prnah putus asa

    BalasHapus
  2. Mnyntuh jiwa Dan raga 😁😊
    Bgi orang yg glau jgan prnah putus asa

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Bagus,penggunaan majas simile yg tepat dan pemilihan kata yang tepat jg, tetapi kl blh saran baris ke3 "kukeluar kan" diganti menjadi "ku keluarkan" dan "perkataan mu bagaikan detik-detik yang sudah dilupakan" diganti menjadi"perkataan mu bagaikan detik- yang mudah terlewatkan". Keseluruhannya menyentuh jiwa, keren.

    BalasHapus
  5. Bagus,penggunaan majas simile yg tepat dan pemilihan kata yang tepat jg, tetapi kl blh saran baris ke3 "kukeluar kan" diganti menjadi "ku keluarkan" dan "perkataan mu bagaikan detik-detik yang sudah dilupakan" diganti menjadi"perkataan mu bagaikan detik- yang mudah terlewatkan". Keseluruhannya menyentuh jiwa, keren.

    BalasHapus
  6. Insipirasinya dari cuaca sekarang
    Keren

    BalasHapus
  7. bahasanya.. πŸ‘πŸ‘keren

    BalasHapus
  8. Baguss", penulisny ni galau kali wkwk

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus