Kamis, 14 Desember 2017

Tugas Menyatukan Cintaku
Karya : AFF


     Suatu hari disekolah IM ada seorang murid SMA yang malas dan orang-orang suka bilang dia itu anak perempuan yang tidak memiliki perasaan. Sebut saja namanya Miyuki. Setelah beberapa hari disekolah kelas Miyuki kedatangan murid baru yaitu Kaito. Kaito ini anak yang pintar dan rajin. Suatu ketika saat pelajaran Bahasa Indonesia, guru memberikan tugas merangkum dan membuat soal berkelompok. Satu kelompok dua orang. Awalnya guru memberikan kebebasan untuk memilih kelompok, tapi karena banyak murid yang ingin sekelompok dengan Kaito maka guru mengatur kelompoknya. Setelah disebut nama teman sekelompoknya ternyata Miyuki sekelompok dengan Kaito. Kaito pun menghampiri Miyuki dan menanyakan kapan ingin membuat tugas itu. Tetapi Miyuki hanya mendiamkannya dan tidak merespon. Miyuki hanya asyik mendengar lagu saja. Kaito pun marah dan memukul meja. Miyuki masih saja menghiraukan Kaito, akhirnya Kaito membuka head set Miyuki dan berteriak. Miyuki pun marah dan berkata "gak usah jerit-jerit lo kira gue tuli apa!". Kaito pun menjawab "ya, gue kira lo tuli karena gak menjawab omongan gue" (dengan nada menyindir). Miyuki pun tambah marah dan keluar kelas dengan membanting pintu.
     Saat pulang sekolah Miyuki pun langsung cepat-cepat pergi tapi saat di dekat gerbang Kaito memegang tangan Miyuki dan Miyuki langsung melepasnya dan berkata "Apaan sih lo". Kaito pun menjawab "lo mau kemana? Tugas aja belum selesai kita omongin". Miyuki pun menjawab dan berkata "ya, gue mau pulanglah, oh ya soal tugas gue gak urus gue gak mau buat" Miyuki pun lanjut berjalan dan Kaito berteriak "Besok kita buat aku gak mau tau". Miyuki pun terus berjalan dan seakan-akan tak mendengar ucapan dari Kaito. Kaito pun akhirnya juga pulang.
     Keesokan harinya saat pulang sekolah Kaito langsung menarik tangan Miyuki dan tak melepaskannya. Miyuki pun ditarik ke mobil Kaito dan Miyuki pun berkata "lepaskan! Kamu mau bawa aku kemana?". Kaito pun menjawab "duh, cerewet banget kamu ini, kita akan ke rumahku". Miyuki pun berbicara kembali tetapi Kaito langsung memotong dan berkata "diamlah!!!".
     Sesampai dirumah Kaito, Kaito kembali menarik Miyuki masuk kerumahnya karena Miyuki tidak mau turun dari mobil. Akhirnya Miyuki pun masuk kerumah Kaito. Kaito pun langsung mengeluarkan laptop dan mengajak Miyuki mengerjakan tugas. Tapi Miyuki tidak mau dan segera berjalan ke arah pintu. Kaito pun kesal dan mengunci pintu. Kaito juga berkata klaim gak boleh pulang sebelum mengerjakan tugas". Miyuki pun langsung marah dan Kaito menghiraukannya. Miyuki pun tetap tidak mau mengerjakan tugasnya dan cuma duduk-duduk saja sambil bermain handphone. Kaito pun langsung mengambil handphone Miyuki. Miyuki pun langsung mengejar Kaito untuk mengambil handphonenya tetapi Kaito langsung menaruh handphone Miyuki ke laci kamarnya dan menguncinya. Karena Miyuki tahu ia tidak bisa mengambilnya Miyuki pun tidur dikasur Kaito. Kaito pun marah-marah sambil memegang kedua tangan Miyuki dan menarik-nariknya. Miyuki pun menarik tangannya juga dan Kaito pun tertarik karena tak melepaskan tangan Miyuki.
     Miyuki dan Kaito pun saling bertatapan. Tiba-tiba Miyuki mendorong Kaito dan memarahinya. Kaito punlangsung berdiri dan menarik Miyuki keruang tamu. Kaito juga menyuruh Miyuki mengerjakan tugas bersama. Tapi Miyuki memberikan alasan lain dan berkata "aku lapar". Kaito pun berpikir pintar, Kaito makan didepan Miyuki dan berkata "kalau kamu mau makan cepat kerjakan! Emm.... enak banget". Akhirnya Miyuki pun mengerjakan bagiannya. Lalu berkata "Aku sudah buat, sekarang mana makanan untukku?". Kaito pun mengantarkannya ke dapur dan berkata "anggap saja rumah sendiri, masaklah apa yang mau kau makan". Dengan muka sedih Miyuki menjawab "aku tak bisa masak". Dan akhirnya karena Kaito merasa kasihan, Kaito memasakkan makanan untuk Miyuki. Saat Miyuki makan Kaito melihat pekerjaan Miyuki, ia pun kaget dan berkata dalam hatinya "bagaimana mungkin orang malas dan bodoh sepertinya bisa membuat sebagus ini". Lalu Kaito pun tanpa mengabiskan waktu langsung menyelesaikannya. Kaito pun mengantarkan Miyuki pulang karena sudah malam.
     Keesokan harinya Kaito langsung mengumpulkan tugas itu dan mendapatkan nilai sempurna. Tiba-tiba guru seni budaya pun masuk dan berkata "ada lomba dansa saat pesta akhir bulan ini dan akan ada pemilihan raja dan ratu dansa, bagi siapa saja yang mendapatkan gelar tersebut nilai rapot seni budayanya akan mendapatkan nilai sempurna". Kaito pun mengajak Miyuki dan menolak perempuan-perempuan dikelasnya. Tapi Miyuki menolak, saat dilorong arah keluar sekolah Miyuki mendapatkan telepon dari rumah sakit. Miyuki pun terkejut mendengar ibunya  kecelakaan. handphone Miyuki pun terjatuh tanpa pikir panjang Miyuki lari meninggalkan handphonenya dan segera ke rumah sakit. 
     Sesampai di rumah sakit, Miyuki langsung menghampiri Ibunya dan saat di sana Ibu Miyuki berkata "Yuki ibu boleh minta sesuatu darimu?" Miyuki menjawab "apa Bu? apapun akan aku lakukan demi kesembuhan Ibu" Ibu Miyuki berkata "Ibu ingin kamu mendapatkan nilai besar". Tak lama kemudian Kaito muncul, Miyuki pun heran dan bertanya kenapa Kaito bisa disini. Kaito pun menjelaskan kalau ia mengikuti Miyuki untuk mengembalikan handphone Miyuki yang terjatuh di sekolah. 
     Miyuki pun langsung mengajak Kaito keluar dan berkata "Apakah boleh aku mencabut perkataanku di sekolah? Aku ingin berdansa denganmu dan mendapatkan nilai sempurna". Mereka pun berlatih setiap hari. Dan saat pesta akhir bulan Miyuki pun datang dan Kaito pun kaget melihat Miyuki yang biasanya seperti cewek tomboy menjadi terlihat cantik dan feminim. Mereka pun berdansa bersama dan tak berapa lama lagi akan diumumkan raja dan ratu dansa. Sekarang tibalah saatnya semuanya merasa tegang dan berharap bisa menang. Pembawa acara pun berkata "Raja dan Ratu Dansa tahun ini adalah ....". Murid-murid pun semakin tegang dan pembawa acara berkata "adalah Kaito dan Miyuki". Miyuki pun sangat senang dan tanpa sadar memeluk Kaito. Tak lama Miyuki langsung melepasnya dan minta maaf. Pembawa acara pun menyuruh Miyuki dan Kaito naik ke panggung untuk diberi mahkota raja dan ratu dansa. 
     Setelah pesta dansa itu Miyuki dan Kaito pun menjadi dekat. Mereka selalu belajar bersama, jalan bersama, dan banyak hal lainnya. Hingga, tiba saat pembagian rapot. Guru pun masuk dan menyebutkan rengking 1 sampai 3 "rengking 1 Kaito, rengking 2 Miyuki, dan rengking 3 .... ". Miyuki pun sangat senang. Dan murid-murid lain terheran-heran karena Miyuki yang pemalas bisa rengking 2 dikelas. 
     Saat pulang sekolah Miyuki mencari Kaito dan tak lama kemudian Miyuki menemukan Kaito. Kaito pun langsung memberikan bunga dan menembak Miyuki. Miyuki pun terdiam dan berkata "maaf Kaito, aku gak bisa ...." Kaito pun sedih dan membalikan badannya. Miyuki pun lanjut mengatakan "aku gak bisa menolakmu" dan langsung memeluk Kaito dari belakang. 
     Saat itu juga Miyuki berkata nanti saat semester 2 aku pasti bisa mengalahkan kamu". Tiba-tiba ada guru yang menjerit dari belakang "hei kalian ngapai?". Kaito pun langsung memegang tangan Miyuki dan berlari bersama.
 
   

Rabu, 13 Desember 2017

Dia....
Karya : AFF


Saat SMP caca adalah anak yang tidak memiliki teman tapi seiring berjalannya waktu ia mendapatkan teman. 1 tahun pun berlalu Caca berasa di kelas 8 tapi saat itu ia berpisah dengan temannya karena berbeda kelas. Setengah tahun berlalu Caca bertemu dengan seorang teman bernama Ani. Sejak saat itu mereka mulai bersahabat dan tak lama Ani mengajak Caca untuk ikut les bersamanya.
Saat sampai di les itu Caca melihat 2 anak laki-laki yang satu temen sekelasnya dan satu lagi ia tidak kenal. Ani pun mengenal kan aku pada mereka dan ternyata nama anak laki-laki itu ada Naca. Caca pun berteman dengan anak-anak les itu. Seiring berjalannya waktu Caca pun berada di kelas 1 SMA . Saat itu ia melihat daftar nama di kelasnya dan tak sengaja melihat nama Naca. Hari demi hari berlalu di hiasi oleh pertengkaran Naca dan Caca. Hal itu terlihat biasa di kelas karena sejak awal Caca memang suka mengerjain Naca. Lama kelamaan rasa cinta muncul di hati Caca. Tapi tak lama kemudian hati Caca hancur saat mendengar bahwa Naca sudah berpacaran dengan seseorang. Caca ingin menyerah tapi ia tak bisa mengubah kebiasaannya untuk mengganggu Naca. Akhir bulan menuju ujian akhir Caca mendapatkan pesan dari Naca, Caca pun kaget karena Naca yang biasanya menyebalkan dan tidak pernah membalas chatnya memulai chat duluan. Sejak saat itu Caca dan Naca sangat deket tapi Caca merasa cukup bersalah karena Caca merasa ia mengganggu hubungan Naca dan pacarnya. Hari pun berlalu dan sebentar lagi ulang tahun Naca tapi beberapa hari sebelum ultahnya Naca, Naca berkata padaku bahwa ia putus dengan pacarnya. Caca pun merasa cukup senang dan sangat merasa sangat bersalah tapi Naca menjelaskan semuanya kepada Caca dan Caca merasa cukup tenang. Hari demi hari pun berlalu suatu ketika Naca mengajak Caca dan teman" lainnya untuk jalan-jalan dan bersenang-senang bersama. Saat malam sepulang dari berjalan-jalan tiba-tiba Naca mengungkapkan perasaannya pada Caca. Caca pun tak percaya akan hal itu dan Caca berusaha untuk membahas yang lain. Tapi Naca ingin mendengar jawaban nya tak lama pun Caca menjawab "maaf kan aku" Serentak Naca sudah menebak jawabannya tiba" Caca menjawab lagi "maafkan aku tak bisa menolakmu dan aku sangat sayang padamu".    Akhirnya, mereka pun berpacaran dan selalu melewati hari-hari bersama dalam keadaan apapun.
Cinta dan Waktu
Karya : AFF


Ranz dan Alice adalah teman dari kecil. Sejak kecil mereka saling menyukai satu sama lain tapi mereka saling tak berani mengungkapkannya. Beberapa hari kemudian Alice di bawa pergi oleh orang tuanya ke luar kota sejak itu Alice tidak pernah bertemu dengan Ranz lagi. Saat SMA Alice kembali ke kota asalnya dan mencari Ranz tapi dia tidak menemukannya akhirnya Alice pun pulang untuk mempersiapkan diri karena besok ia sudah mulai sekolah. Saat di sekolah ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki dan saat itu mereka bertatapan dan Ranz menyadari bahwa itu adalah Alice. Ranz pun langsung memeluk Alice, Alice pun kaget dan melepaskan pelukan Ranz.
πŸ‘¦σΎ†› : Lice ini aku Ranz.
Alice pun menangis dan memeluk Ranz
πŸ‘§σΎ†œ : Kamu kemana saja dari kemarin aku mencari.
πŸ‘¦σΎ†› : Maaf kemarin aku menemani ibuku ke rumah nenek 
πŸ‘§σΎ†œ : Yaudah gpp kok
πŸ‘¦σΎ†› : Btw aku mau bilang sesuatu ke kamu sebelum terlambat lagi seperti dulu
πŸ‘§σΎ†œ : Bilang apa?
πŸ‘¦σΎ†› : Sebenernya dari dulu aku suka sama kamu. Mau gak kamu jadi pacar aku?
πŸ‘§σΎ†œ : Aku mau, aku juga sayang sama kamu
Merekapun berpacaran.
Keesokan harinya Ranz ngebut-ngebutan di jalan sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan mata Ranz menjadi buta. Ketika Alice mendengar hal it Alice cepat-cepat pergi ke rumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit ia langsung bertanya letak kamar rawat inap yang ditempati oleh Ranz kepada suster yang ada di sana. Alice pun langsung ke kamar yang di beritahukan oleh suster yang ada di sana. Ketika Alice sampai di kamar Ranz. Alice pun menangis dan memukul Ranz dengan pelan dan berkata: "kenapa kamu begini?" Dan Ranz hanya tersenyum saja. Tiba-tiba dokter datang dan mengecek Ranz. Dan dokter meminta Alice ke ruangannya dan memberitahukan tentang Ranz bahwa Ranz akan mengalami buta selama hidupnya. Setelah mendengar hal itu Alice pun menangis dan tanpa berpikir panjang Alice pun langsung memberitahukan kepada dokter bahwa dia ingin mendonorkan salah satu matanya kepada Ranz. Akhirnya dokter itu langsung mengecek mata Alice apakah cocok dengan Ranz. Dan akhirnya matanya cocok untuk Ranz. Alice pun senang dan dokterpun langsung melakukan operasi mata. Setelah beberapa hari kemudian Ranz pun keluar dari rumah sakit dengan Alice. Dan melanjutkan sekolahnya.
Setelah 3 Tahun mereka berpacaran tak terasa Alice dan Ranz sudah kuliah.
Saat kuliah Alice merasakan sakit pada perutnya dan orang tua nya cemas saat melihat Alice terus menerus kesakitan. Akhirnya orang tua Alice memutuskan untuk membawa Alice ke rumah sakit dan ternyata Alice mengidap penyakit kanker. Orang tua Alice pun menangis dan tak lama kemudian Alice sadar. Orang tua Alice pun menyembunyikan fakta bahwa Alice mengidap penyakit kanker karena orang tua Alice tidak mau melihat Alice sedih. Tak lama kemudian Ranz datang ke rumah sakit dimana Alice dirawat. Ranz pun merawat Alice sampai sembuh. Tapi selama Ranz merawat Alice 1 minggu Ranz tidak mengikuti tes sehingga Ranz gagal dalam tes, tetapi Ranz tidak pernah menyalahkan Alice karena kegagalannya. Tak berapa lama tiba-tiba Alice mengajak Ranz untuk mengakhiri hubungan mereka selama ini tapi Ranz menolak permintaan Alice. Tetapi sebelum Alice meminta mengakhiri hubungannya dengan Ranz, Alice membuat sebuah surat untuk Ranz jika Ranz menolak permintaan Alice. Dan akhirny Alice memberikan surat kepada Ranz tapi Ranz harus membuka surat itu saat Alice tidak lagi kuliah bersama Ranz. Ranz pun mengambil surat dari Alice dan menyimpannya di jacketnya. Setelah seminggu kemudian Ranz merasa heran karena Alice sudah tidak masuk 1 minggu dan tidak ada kabar. Awalnya Ranz hanya mendiamkannya saja tapi keesokan hari nya Ranz bertambah heran dan akhirnya Ranz pun menghampiri rumah Alice. Sesampai di rumah Alice, Ranz pun memanggil Alice tetapi tidak ada jawaban. Tiba-tiba ada orang yang mendatangin rumah Alice 
πŸ‘΄σΎ†§ : Dek, cari siapa? Disini gak ada orang lagi. Rumah ini sudah di jual.
πŸ‘¦σΎ†› : Kenapa bisa di jual? Sekarang yang dlunya pemilik rumah ini tinggal di mana?
πŸ‘΄σΎ†§ : Entahlah tetapi saya mendengar bahwa anak dari pemilik dulunya rumah ini terkena penyakit namun saya tidak mengetahui dengan pasti bahwa orang tuanya membawanya ke rumah sakit.
πŸ‘¦σΎ†› : Dimana rumah sakit nya?
πŸ‘΄σΎ†§ : RS UYT
πŸ‘¦σΎ†› : Terima kasih pak.

Ranz pun segera pergi kerumah sakit tersebut dan menghampiri admin rumah sakit dan langsung bertanya ruangan yang di tempati oleh pasien yang bernama Alice. Akhirnya Ranz pun mengetahui tempat Alice berada. Ranz pun berlari menuju tempat Alice tetapi sesampai disana Ia melihat kamar yang kosong dan di sana hanya terdapat suster yang sedang membereskan ruangan. 
πŸ‘¦ : Dimana orang yang dirawat disini?
πŸ’ : Ia telah pergi
πŸ‘¦ : Pergi kemana?
πŸ’ : Sebaiknya anda bersabarlah dahulu dan relakan saja.
πŸ‘¦ :  Maksud suster apa? Jangan bilang ia telah meninggal dunia *menangis dan terjatuh*
πŸ‘¦ : Dimana dia sekarang ?
πŸ’σΎ†΄ : Di ruangan ujung sana

Ranz pun langsung pergi kesana dan menangis. Ketika Ranz ingin mengambil lap tangannya di jacket, ia mendapatkan sebuah surat. Tiba-tiba Ranz teringat akan surat dari Alice dan ia membukanya ternyata surat itu berisi :


Selasa, 12 Desember 2017

Malaikat Kecil

Song by AFF



Andai kupunya sayap 
Kukan menghampiriMu
Andai kupunya hati sebersihMu
Kukan mengasihi semua orang  

Reff :
Oh Tuhan...
Izinkan aku...
Menjadi malaikat kecilMu
Yang bisa membuatMu tersenyum senang

Tak peduli berapa banyak dosaku 
Kau selalu menemaniku
Menjaga...
Menyayangi aku...
Setulus hatiMu

Reff :
Oh Tuhan...
Izinkan aku...
Menjadi malaikat kecilMu
Yang bisa membuatMu tersenyum senang
  


The Light Inside Darkness


Song by AFF





I saw the light in darkness
I searched a darkness with a handful of light
I saw someone was sad
I gave it a little light



At first sight
I see you in the dark
You give me light in my life
You make me smile
And make me want to reach you



Reff : (2x)

I miss my life’s light
Slowly fade away
But I don’t want to give up
I want to reach it
until the little light come it led us to meet


Kesedihan Bagaikan Hujan


Karya : AFF





Senyum diwajah telah musnah ditelan pikiran yang gelap

Rasa sakit di hati muncul tak tahu mengapa

Mata yang mulai ingin meneteskan airpun bagaikan sungai di gurun pasir

Ingin kuhapus ingatan seperti menghapus tulisan

Ingin kukeluar kan keluh kesal tapi bibir tak mau bicara 

Hujan pada hari ini bagaikan rintihan dari kesedihanku

Suara gemuruh bagaikan jeritan kesakitan diriku

Bagaikan hujan yang hanya dapat mengerti aku

Guntur dan kilat di langit bagaikan sambaran di jiwa yang menyakitkan hidupku

Rangkaian kata yang indah mencerminkan semua yang ingin kukatakan

Pengertian yang kuingin bagaikan batu di tengah lautan samudra 

Senyuman yang dapat kutunjukkan bagaikan bayangan dari keinginan

Mata pun tak dapat berkedip 

Pikiranku mulai kosong seperti daun yang tertiup angin

Perkataanmu bagaikan detik-detik yang sudah dilupakan

Seperti kilat saat hujan datang